Tiga atlet karate Majalengka sabet emas di kejuaraan Sirkuit III Jabar

Tiga Srikandi Majalengka, kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah karate dalam kejuaraan Sirkuit III Jawa Barat yang berlangsung di GOR Pajajaran Bandung, (4-6/10) lalu.

Update: 2024-10-09 15:03 GMT
Sumber foto: Enok Carsinah/elshinta.com.

Elshinta.com - Tiga Srikandi Majalengka, kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah karate dalam kejuaraan Sirkuit III Jawa Barat yang berlangsung di GOR Pajajaran Bandung, (4-6/10) lalu.

Mereka adalah Lala Diah Pitaloka (19), Khairina Alya Zati Arkani (19) dan Ajriya Najwah Nurul Aini (18) dari ketiganya yakni Lala Diah Pitaloka selain bertanding di kelas beregu, juga ikut dalam kelas perorangan. Dari dua pertandingan tersebut keduanya berhasil membawa medali emas.

Lala, khairina dan Ajriya adalah trio atlet karate dibawah Forki Kabupaten Majalengka, yang bergabung sejak usia sekolah dasar dibawah pelatih yang sama yakni Idi Sayidiman yang merupakan ayah dari Lala Diah Pitaloka 

"Dalam event sirkuit III Jabar, Alhamdulillah mereka tidak pulang dengan hampa, baik kelas perorangan maupun kelas beregu membawa hasil gemilang dengan membawa medali emas," kata Idi Sayidiman, di Kampus Politeknik Mardira Indoensia, Senin (7/10).

Idi menerangkan, berkat chemistry dan kedisiplinan serta mental juara darii anak asuhnya, menjadikan Lala, Khairina dan Ajriya diganjar emas untuk kelas beregu, begitupun Lala, untuk kelas perorangan juga mendapatkan medali emas. 

"Mereka ini telah memiliki chemistry dari mereka duduk di bangku SD hingga perguruan tinggi, bahkan sekarangpun mereka masuk di kampus dan jurusan yang sama di Politeknik Mardira Indonesia," kata Idi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Rabu (9/10). 

Sementara, Lala Diah Pitaloka, yang merupakan anak kedua dari lima bersaudara ini, mengaku usai mengikuti even sirkuit III Forki Jabar, dan mendapatkan juara baik perorangan maupun beregu, kini tengah mempersiapkan untuk even bergensi Pomnas atau Pekan olahraga mahasiswa nasional yang diikuti seluruh perguruan tinggi di Indonesia. 

"Sekarang tanggung jawabnya beda, karena membawa nama kampus.  Harus mempersiapkan diri dan tanggung jawab apalagi sekarang ada pomnas juga kan, yang digelar tiap tahun otomatis harus konsisten harus mempersiapkan diri lebih keras lagi," kata gadis kelahiran 17 Mei 2005 ini 

"Pomnas kan satu Indonesia dengan universitas lain, yang nggak kalah bagus juga dan gengsi universitas. Pomnas seperti pon  bahkan sekarang ada asia university, kalau lolos pomnas nanti ikut asia, pomnas beregu dan perorangan," ujarnya lagi. 

Senada dengan Lala, Khairina dan Ajriya keduanya juga saat ini tengah fokus untuk persiapan pomnas meskipun even tersebut akan berlangsung tahun 2025 mendatang.

"Tahun depan kita akan ikut kejuaraan Pomnas, otomatis sekarang membawa nama kampus," ujar Khairina dan Ajriya kompak 

Sementara, Direktur Politeknik Mardira Indonesia Enang, Rusnandi, ST, M.Kom menyambut gembira keberhasilan tiga mahasiswanya di kancah olah raga, terlebih kata dia, Lala cs berhasil mengalahkan Atlit dari kampus-kampus besar.

"Patut bersyukur dan bangga atas prestasi Lala cs yang sudah mengangkat kampus Politeknik Mardira Indoensia, dan mereka berhasil menumbangkan atlet-atlet dari dari Universitas Esa Unggul bekasi dan UPI Bandung," ungkap dia 

Enang menyebut keberhasilan Lala cs yang semuanya merupakan mahasiswa prodi teknologi rekayasa perangkat lunak, diharapkan jadi motivasi bagi mahasiswa yang bisa  mengharumkan nama kampus melalui bakat yang dimiliki. 

Tags:    

Similar News